Skip to content

Review Origin: Membaca Novel Dan Brown untuk Pertama Kali

Origin adalah novel terbaru Dan Brown. Meskipun saya suka dengan film-film adaptasi dari novel-novel sebelumnya, ini baru pertama kali saya membaca novel Dan Brown. Persoalannya sama seperti dengan Harry Potter. Karena terlebih dulu mengenal film dibanding bukunya, saya jadi terseok untuk mengejar ketertinggalan. Alhasil, saya memilih untuk nonton filmnya saja dan berharap masih terus penasaran ingin membaca novelnya di kemudian hari.

Sebenarnya agak kurang ajar juga sih kalau saya bilang ini review. Persoalannya saya baru membaca novel Origin ini sampai di bab 30-an. Dibandingkan dengan jumlah bab yang ada di dalam novel ini, itu sih belum apa-apa. Tragedinya saja baru dimulai.  Hanya saja saya sudah nggak tahan ingin menulis kesan pertama membaca Origin ini, semacam ala-ala first impression anak-anak beauty blogger gitu hahaha.

Origin: Novel Heboh Bikin Penasaran

Cover Novel Origin Dan Brown
Cover Novel Origin Dan Brown | Credit: danbrown.com

Dulu ketika ribut-ribut kontroversi novel The Davinci Code, saya masih duduk di bangku SD. Saat filmnya tayang dan kena boikot di mana-mana, saya masih SMP. Saya pun nggak pernah nonton filmnya sampai akhirnya tayang di TV, apalagi membaca novelnya.

Lalu, ketika The Lost Symbol terbit, saya sudah duduk di bangku SMA. Baru saat itu saya benar-benar penasaran dengan novel Dan Brown karena melihatnya beberapa kali ditenteng kesana kemari oleh beberapa orang di sekolah. Bahkan ada seorang teman yang berusaha merebut hati gadis yang disukai dengan memberikan novel tersebut sebagai kado hadiah ulang tahun. Saya jadi tambah penasaran, seseru apa sih sebenarnya novel-novel Dan Brown ini? Dan akhirnya, baru di novel terbarunya kali ini -Origin, saya akhirnya kesampaian baca tulisan Dan Brown.

Membaca Novel Origin itu Sebuah Petualangan

Oke, saya baru sampai bab 30-an baca novel Origin ini. Petualangan si Robert Langdon pun baru aja mau mulai. Saya belum tahu penemuan besar apa yang mau diungkapkan si Edmond Kirsch. Jadi, bagaimana dinamika cerita di novel ini pun belum saya rasakan nih. Entah kapan juga saya bisa selesai membaca novel ini dan tahu twist seperti apa yang kali ini hadir di karya terbaru Dan Brown.

Guggenheim-Bilbao-Dan Brown Origin
Guggenheim Museum – Bilbao, Spain. Lokasi yang menjadi latar di novel Origin – Dan Brown. Lokasi awal dimulainya kisah Robert Langdon| Credit: MykReeve [GFDL]

Tapi, jangan tanya sudah berapa tabs di google chrome yang saya buka untuk mencari tahu apa yang diceritakannya dalam novel ini. Biar petualangan di dalam cerita novelnya baru dimulai, saya sendiri sudah “berpetualang” cari tahu berbagai hal yang diceritakan Dan Brown. Saya jadi paham, oh jadi ini serunya baca novel Dan Brown. Dulu  ketika saya sekilas membuka novel The Lost Symbol, saya pikir mungkin yang menarik dari novel Dan Brown itu karena dia kasih ilustrasi, jadi bikin gampang pembaca. Ternyata lebih dari itu, proses saat membaca kisah yang diceritakan itu sendiri memang seru!

Origin: Kisah Fiksi yang Menambah Curiosity 

WHERE DO WE COME FROM? WHERE ARE WE GOING?-DAN BROWN
The Universal Mysteries: WHERE DO WE COME FROM? WHERE ARE WE GOING? | Origin by Dan Brown

Ada banyak indikator sebuah novel bisa menarik perhatian para pembaca syukur-syukur menduduki peringkat best seller atau cetak ulang berkali-kali. Mulai dari ide cerita, gaya penulisan, konflik, hingga setting lokasi. Buat saya, ada lagi satu nilai tambah, yakni ketika sebuah novel fiksi bikin kita jadi belajar lebih. Lain ceritanya ketika kita membaca sebuah buku nonfiksi. Memang tujuannya mungkin mencari pencerahan. Buku fiksi dapat nilai plus bagi saya ketika ia tidak hanya sekedar mengobrak-abrik emosi dan fantasi, tapi juga menambah curiosity; kita terpicu untuk ingin tahu lebih lagi tentang unsur intrinsik si novel fiksi itu tadi. Buat saya sih jelas Origin ini memenuhi kriteria itu. Terlepas dari benar tidaknya kisah yang dihadirkan si Dan Brown, dia berhasil bikin saya cari tahu lebih tentang hal-hal  yang selama ini belum pernah saya dengar.

 

Nah, itu dia pengalaman pertama kali saya baca novel Origin karya Dan Brown. Semoga bisa saya review juga nanti kalau sudah selesai baca. Selamat Hari Buku Sedunia! Buku apa yang saat ini kamu baca?

Share

21 Comments

  1. Aku belum pernah baca karya Dan Brown, Mbak. Semasa SMA ada juga tuh temen cowok yang gilaaaaaa banget sama karya beliau. Selalu memburu. Tapi dalam benakku dulu, buku2nya kan tebal, pasti mahal harganya.

    • Iya bener harganya mahal Dulu pas The Lost Symbol keluar aku masih SMA. Mampunya beli novel dibawah seratus ribu. Itupun harus nabung dulu Makanya nggak pernah kesampaian beli novel Dan Brown

  2. punya bukunya Dan Brown nggak pernah khatam bacanya hihihi…paling banter sampe bab 3 an. abis itu tutup buku

    • hahahaha kenapa gitu? lelah ya? Padahal menurutku enak loh tulisannya. Bikin pengen segera diselesaiin gitu

  3. Aku punya bukunya Dan Brown dari yg pertama. Malah yang terbaru ini belum kebeli. Masih kalah sama gebetanku yang satu, si John Grisham, hahahhaaa…

    Aslinya asiik banget baca karya Dan Brown. Bener bnaget, kalo disebut serasa diajak petualangan. Dan bikin aku penasaran mesti baca sampe akhir. Ayo buruan bacanya, lanjutin bikin review nya

    • Iya mbak pas berhenti pengen segera dilanjutin gitu. Ini tiap malem dicicil sebelum tidur hahaha

  4. Jadi penasaran pengen baca novel2nya Dan Brown. Kayaknya harus bener2 meluangkan waktu untuk membacanya

    • Iya mbak, harus selo karena pasti penasaran kalau belum kelar

  5. Aku baru pernah baca yang Da Vinci Code, kalau baca bukunya Dan Brown memang harus mikir ya, makanya aku dulu malas banget kalo mau baca soalnya kalau nggak segera selesai selalu penasaran sampe nggak bisa tidur

    Jadi penasaran nih baca Origin

    • Bener banget, bikin penasaran nggak bisa berhenti yaa

  6. Buku yang kupunya kebanyakan yg ringan2 genre komedi gt. Kalo yg macam dan brown biasanya kakakku yg punya aku pinjam. Besok pas ke rumah kakak intip ah ada ga di rak bukunya. Nek ga lupa

  7. Belum selesai kah sampai sekarang bacanya, Vitri? Aku sudah selesai lhooo… Huah, Pakdhe Brown ini fasih banget kalau soal pembahasan kode dan simbol-simbol. Dia beneran riset loh ke tempat-tempat yang dijadikan latar belakang itu.

    Lihat foto Museum Gugenheim itu jadi inget giant spider yang dibahas-bahas melulu ya di novel. Wooww… beneran ngeri misalnya pas ke sana sendiri. Bentuk museumnya juga unik banget. Bisa ketemu Miss Ambra Vidal nggak yaaaaa hehehee… *ngayal

    • Belum mbak nggak sempet. Mayan sih udah lewat separo. Mulai tambah mikir siapa dalang dibalik semuanya hahaha

  8. Aku pernah baca sekali novel karya Dan Brown.
    Alur ceritanya dibikin sangat kompleks dan rumit … dan membuat penasaran pembaca.
    Pinter banget memancing keingintahuan lebih lanjut.

    • Waktu itu buku apa yg dibaca mas? Ini aku baru kali ini baca dan bener memang bikin penasaran.

      *Terimakasih udah mampir di blogku. Salam kenal.

      • Da Vinci Code judulnya.
        Membacanya kadang harus balik ke halaman sebelumnya yang udah dibaca untuk tau apa yang dimaksud.

        Penulisan alur ceritanya terlihat cerdas dan terkadang kontroversial.

  9. Jadi penasaran pengen baca buku luar negeri mbak. Selama ini yang aku baca cuma novel lokal-lokal aja. Nice sharing mbak.

    • Coba baca deh. Cari yang ceritanya sederhana aja dulu macem buku-bukunya John Green.Typical novel-novel remaja gitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *